SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI ADI WAHYU WICAKSONO,BACA,PAHAMI,DAN TEMUKAN MANFAATNYA..

Menelusuri Eksotisme Kampung Adat Bena

Penelusuran salah satu situs peradaban megalitikum di Nusa Tenggara Timur

Wisata Sehari di Pulau Lombok

Menyelami pesona dan keindahan alam yang terpendam di"Pulau Seribu Masjid"

Menanti Senja di Tegalwangi

Menjadi saksi tenggelamnya sang mentari di salah satu tempat terbaik di Pulau Dewata.

Petualangan di Beji Guwang

Berpetualang memang selalu menjadi tantangan, nikmati serunya penelusuran di salah satu objek wisata yang penuh tantangan.

Menembus Dinginnya Kota Bajawa

Kota berhawa sejuk di tengah Pulau Flores ini menyimpan banyak pesona,banyak cerita dan pengalaman menarik yang didapat selama singgah 5 hari di kota ini.

Minggu, 18 September 2011

BEBERAPA KONSEP MENGENAI PEMBANGUNAN

BEBERAPA KONSEP MENGENAI PEMBANGUNAN

1. Pembangunan menurut Sondang P Siagian
Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa,negara dan pemerintah,menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (national building).
2. Pembangunan menurut Ginanjar Kartasasmita
Pembangunan merupakan proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.
3. Pembangunan menurut Emil Salim
Pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang di dalamnya eksploitasi sumber daya,arah,investasi,orientasi pengembangan teknologi,dan perubahan kelembagaan semuanya dalam keadaan yang selaras serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia.
4. Pembangunan menurut Inayatullah
Pembangunan merupakan perubahan menuju pola-pola masyarakat yang memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkunganya dan terhadap tujuan politiknya,dan yang memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri.
5. Pembangunan menurut Rogers dan Shoemaker
Pembangunan merupakan suatu jenis perubahan sosial di mana ide-ide baru diperkenankan kepada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial.
6. Pembangunan menurut Kleinjans
Pembangunan pada akhirnya bukan merupakan soal teknologi baru atau GNP,tetapi pencapaian pengetahuan dan ketrampilan baru,tumbuhnya suatu kesadaran baru,perluasan wawasan manusia,meningkatnya semangat kemanusiaan,dan suntikan kepercayaan diri.


7. Pembangunan menurut Rogers
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka.

Kesimpulan
Dari berbagai konsep mengenai pembangunan di atas maka bisa disimpulkan bahwa pembangunan merupakan suatu upaya perubahan kondisi kehidupan masyarakat dari kondisi sebelumnya ke kondisi yang lebih baik dan dilakukan secara berkesinambungan.

Referensi :
Nasution,Zulkarnaen.2007.Komunikasi Pembangunan Aplikasi,Teori,dan Penerapanya.Jakarta:Rajawali Press
Siagian,Sodang P.2007.Administrasi Pembangunan Konsep,Dimensi,dan Strateginya.Jakarta:Bumi Aksara.
http://ilearn.unand.ac.id/pluginfile.php/1/blog/attachment/45/zik.doc
http://kumoro.staff.ugm.ac.id/file_artikel/Pembangunan,%20Definisi%20dan%20Indikator%20%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf
http://profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/pengertian-pembangunan/

Senin, 27 Juni 2011

Informasi penting matakuliah Pengembangan Organisasi

Karena ada hambatan teknis, ujian mata kuliah Pengembangan Organisasi tidak jadi dilakukan secara lesan. Ujian akan dilaksanakan secara tertulis sesuai jadwal.

Berikut informasi tentang tambahan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap mahasiswa.

Tugas individu (dikerjakan secara individu oleh setiap mahasiswa):

Tulislah pengalaman pribadi Anda yang berkaitan dengan perubahan, baik dalam urusan pribadi, kuliah, maupun pengalaman organisasi yang Anda alami, dengan ketentuan:

1. Minimal ditulis dalam 499 kata.
2. Dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Hardcopy dikumpulkan bersamaan dengan ujian utama (disatukan dengan jawaban ujian). Softcopy dikirim melalui e-mail ke arokhman@yahoo.com maksimal 12 jam setelah ujian utama mata kuliah Pengembangan Organisasi.
3. Pengiriman softcopy harus bersubyek “tugas individu PO atas nama ………”



Tambahan tugas individu bagi mahasiswa yang tidak ikut presentasi mata kuliah Pengembangan Organisasi

1. Buatlah resensi buku yang berjudul Re-Code Your Change DNA karangan Rhenald Kasali.
2. Resensi minimal 499 kata
3. Dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Hardcopy dikumpulkan bersamaan dengan ujian utama (disatukan dengan jawaban ujian). Softcopy dikirim melalui e-mail ke arokhman@yahoo.com maksimal 24 jam setelah ujian utama mata kuliah Pengembangan Organisasi.
4. Pengiriman softcopy harus bersubyek “tugas tambahan PO resensi atas nama ………”



Selamat bekerja……

Info selengkapnya buka :http://arokhman.blog.unsoed.ac.id/pengembangan-organisasi/

Minggu, 26 Juni 2011

Tiket Java Rockin Land 2011

Mohon diperhatikan bahwa harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Kami mengucapkan terima kasih kepada penonton yang sudah membeli tiket. Bagi yang belum membeli tiket, agar memanfaatkan harga yang berlaku dalam waktu sangat terbatas sebelum harga naik.

JFP tidak bertanggung jawab atas tiket yg dibeli bukan di official ticket box Java Festival Production. System kami akan mendeteksi tiket yang dipalsukan atau digandakan.
Tiket akan tetap tersedia di Venue pada hari H tanggal 22,23,24 Juli 2011.


Admission Ticket:
Normal Price:
(before tax) Pre-sale Price:
(before tax) Pre-sale Price:
(after tax)
Daily Pass - Friday
22 Jul 2011 Rp 500,000 Rp. 320,000
Rp 352,000

Daily Pass - Saturday
23 Jul 2011 Rp 500,000 Rp. 320,000
Rp 352,000

Daily Pass - Sunday
24 Jul 2011 Rp 500,000 Rp. 320,000
Rp 352,000

3-Day Pass
22,23,24 July 2011 Rp 1,250,000 Rp. 800,000
Rp 880,000


* Ticket price DOES NOT include tax and administration charge
(Harga tiket tidak termasuk Pajak dan biaya administrasi).

** Terms and Conditions applied, Limited Period & Quantity
(Syarat & Ketentuan berlaku, Penawaran untuk periode & jumlah terbatas)
Info Lengkap klik

http://www.javarockingland.com/2011/ticketprice.php

Rabu, 22 Juni 2011

GAYA DEMOKRASI INDONESIA

DEMOKRASI YANG SESUAI DITERAPKAN DI INDONESIA
Demokrasi secara etimologi berasal dari kata demos yang berarti rakyat atau penduduk ,dan cratein yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Jadi dapat dikatakan pengertian umum dari demokrasi adalah keadaan Negara dimana system pemerintahanya, kedaulatan berada di tangan rakyat, dan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.
Demokrasi muncul karena adanya perasaan ketidakpuasan rakyat apabila pemerintahan dipegang oleh satu orang atau satu golongan tertentu. Seperti halnya pendapat dari Jhon Locke dalam bukunya Second Treatise Of Civil War (1690), ia menyatakan bahwa secara alamiah manusia memiliki kebebasan yang sempurna yang terwujud dalam hak-hak sosial. Untuk kepentingan tersebut maka diperlukan suatu kekuasaan guna menyelasikan masalah pelanggaran hak-hak individu. Kekuasaan tersebut adalah kekuasaan dalam membentuk undang-undang dan pelaksanaanya. Untuk itu kekuasaan perlu dipisahkan, seperti pendapat Montesquieu yang memisahkan kekuasaan menjadi tiga bagian yanitu kekuasaan eksekutif, kekuasaan legislatif, dan kekuasaan yudikatif.
Demokrasi yang dilaksanakan di berbagai Negara berbeda pelaksanaanya antara Negara satu dan yang lainya, tergantung bagaimana Negara tersebut memberikan keleluasaan hak dan kewajiban kepada rakyatnya dalam hal pemerintahan. Sebagian Negara memberikan begitu banyak kebebasan kepada rakyatnya sebagai perwujudan atas pelaksanaan hak asasi manusia, tapi pandangan ini justru banyak menimbulkan ketidakstabilan kondisi sosial dan keamanan di Negara tersebut atas nama kemanusiaan. Di lain sisi ada pula Negara yang memberikan kontrol terhadap rakyatnya dengan dalih bahwa kekuasaan di tangan satu partai yang menyuarakan kesejahteraan rakyat dan persamaan kelas. Akan tetapi partai itu sendiri pada dasarnya bukan membela kepentingan rakyat, tetapi untuk melanggengkan kekuasaan pemerintah di bawah partai itu sendiri.
Dari pengertian demokrasi serta dua perspektif bentuk pelaksanaan demokrasi tersebut di atas maka muncul pertanyaan, bentuk demokrasi seperti apakah yang pantas dan sesuai diterapkan di Negara Indonesia? Apakah paham demokrasi merupakan sesuatu yang harus diterapkan di Indonesia? Serta bagaimana hubunganya dengan pluralisme dan kemajemukan suku bangsa, ras, dan agama yang ada di Indonesia?

Seperti kita ketahui Negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan khazanah budaya, suku bangsa, ras agama serta kepercayaan. Dan kemajemukan bangsa ini pasti memiliki imbas terhadap tata pemerintahan serta pelaksanaan politik di Indonesia. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa memiliki andil besar dalam rangka membentuk karakter bangsa Indonesia yang sebenarnya. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum, dan secara mutlak dijadikan nilai utama dalam melaksanakan kehidupan bernegara.
Apakah kaitanya antara pluralisme dengan demokrasi? Demokrasi memang sangat diagung-agungkan oleh sebagian rakyat Indonesia sebagai system pemerintahan yang terbaik, yang paling manusiawi dan yang paling pantas untuk diterapkan. Tetapi model demokrasi apakah yang diinginkan untuk hadir di Negara ini?
Indonesia setidaknya telah melalui empat masa demokrasi dengan berbagai versi. Pertama adalah demokrasi liberal di masa kemerdekaan. Kedua adalah demokrasi terpimpin, ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan mendeklarasikan demokrasi terpimpin. Ketiga adalah demokrasi pancasila yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto. Keempat adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi.
Dari keempat versi diatas demokrasi model manakah yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia ? Sebetulnya masing-masing model demokrasi tersebut di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi demokrasi Pancasilalah yang paling layak diterapkan di Negara ini, karena di dalam demokrasi Pancsila mengandung unsur- unsur yang terdapat pada demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin.
Jika kita lihat dalam fakta yang sesungguhnya, semenjak jatuhnya rezim orde baru pada tahun 1998, semua pemimpin Indonesia pasca orde baru berusaha untuk menterjemahkan arti demokrasi yang sesungguhya . Mereka berusaha untuk menciptakan sebuh pemahaman akan demokrasi yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat, yang dapat membawa rakyat Indonesia menuju kebebasan. Tapi pada kenyataanya demokrasi itu sendiri lebih banyak diartikan sebagai kebebasan untuk berperilaku tanpa batasan. Kita bebas berbicara, berpendapat dan berekspresi baik dalam bidang seni, sastra dan yang lainya. Bahkan yang lebih ekstrim lagi kita dibebaskan untuk bertindak anarki utuk memberi kritikan akan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, ataupun untuk mengekspresikan ketidakpuasan kita akan fenomena yang terjadi di masyarakat.

Lalu bagaimanakah sebenarnya demkrasi yang baik itu ? Jika dapat saya katakana secara singkat demokrasi yang baik adalah demokrasi yang mengedepankan toleransi yang antisipatif. Kita boleh menganggap segala sesuatu boleh untuk dilakukan atas nama hak asasi manusi, tetapi di dalam pelaksanaanya jangan sampai kita melupakan aturan yang telah tesusun dalam undang-undanng. Beberapa ciri demokrasi yang baik dan pantas diterapkan di Indonesia meliputi:
1. Demokrasi adalah paham akan kebebasan. Tetapi dalam pelaksanaan demokrasi harus tetap mengacu pada undang-undang. Jangan sampai kita mengagungkan demokrasi tetapi di satu sisi kita melanggar hak orang lain.
2. Negara kita yang terdiri dari beragam budaya, suku bangsa, dan agama sangat memungkinkan munculnya rasa sentimen bahkan perpecahan. Demokrasi yang dilaksanakan harus mengacu pada kesamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara, jangan sampai memihak atau merugikan salah satunya. Begitu pula rasa toleransi, toleransi juga harus diikuti dengan nilai apa yang menjadi pedoman hidup dalam masyarakat.
3. Demokrasi harus mengusung asas kerakyatan. Aspirasi rakyat harus diutanakan dalam setiap pengambilan keputusan. Pemerintah dalam menetapkan kebijakan publik harus aspiratif, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat. Bukan pada kepentingan pemerintah semata.
4. Demokrasi pada dasarnya adalah pemenuhan hak asasi manusia. Untuk itu setiap warga Negara dibebaskan untuk berbicara, berkumpul dan berserikat. Akan tetapi hal-hal yang berkatan dengan aspirasi rakyat ini jangan sampai menimbulkan anarkisme.
5. Demokrasi harus berorientasi kepada nilai-nilai Pancasila. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia bukanlah demokrasi ala barat yang mengedepankan kebebasan individu dalam segala hal. Pancasila merupakan hukum tertinggi di Negara ini yang menjadi pedoman hidup segenap warga Negara Indonesia. Jadi pelaksanaan demokrasi harus sesuai dengan Pancasila, yang akan memberikan batasan akan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan oleh warga Negara Indonesia dalam kehidupan bernegara.

KESIMPULAN

Paham demokrasi adalah sebuah paham yang mengedepankan kebebasan rakyat dalm bertindak di berbagai bidang. Rakyat memegang kekuasaan akan Negara, baik dalam pelaksanaan maupun pembangunan Negara harus melibatkan partisipasi rakyat secara aktif.
Demokrasi di Indonesia telah berjalan selaras dengan munculnya Negara Indonesia, lalu berlanjut dengan penerapan demokrasi di berbagai aspek kehidupan dalam masa yang terus berganti.Tetapi dalam pelaksanaanya sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia selalu berganti sejalan dengan pergantian pemimpin Negara ini.
Dan pada akhirnya setelah tumbangnya era orde baru pada tahun 1998 munculah babak baru dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia, yaitu era reformasi. Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, dengan penyempurnaan pelaksanaanya dan perbaikan peraturan-peraturan yang tidak demokratis, dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tingi dan dengan menegaskan fungsi, wewnang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Berkait dengan permasalahan demokrasi, sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa kini sebenarnya telah sesuai, tetapi pelaksanaan dari demokrasi itu sendiri yang belum selaras dengan tujuan demokrasi. Banyak kalangan yang mengagung-agungkan demokrasi sebagai sarana untuk mengekspresikan kebebasan sebagai warga negara, tetapi demokrasi yang ada dalam pandangan mereka adalah kebebasan yang menyimpang dari aturan. Meskipun demokrasi merupakan paham akan kebebasan tetapi dalam pelaksanaanya harus disertai dengan batasan-batasan agar tidak memunculkan kebebasan yang tidak bertanggung jawab.